Artikel

Upaya Indonesia Meningkatkan Skor PISA Lewat Merdeka Belajar

Merdeka Belajar yang dicanangkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, pada akhir tahun lalu cukup membawa harapan ke arah perubahan yang lebih baik Pendidikan Indonesia di masa depan. Beberapa komentar positif juga bertebaran di lini masa media sosial dari kalangan guru dan tenaga pendidik lainnya.

Mendikbud kemudian menyampaikan bahwa program Merdeka Belajar dirancang dengan mengakomodir berbagai aspek, salah satunya mengacu pada praktik standar rujukan kualitas pendidikan internasional, seperti PISA dan TIMSS.

PISA

Survei Program for International Student Assessment (PISA) merupakan survey rutin yang menjadi rujukan sebagai evaluasi kualitas pendidikan di dunia. Survei ini diselenggarakan oleh Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), organisasi yang berfokus pada kerja sama dan pembangunan ekonomi.  PISA dilakukan setiap tiga tahun sekali.

Indonesia menjadi partisipan PISA sejak tahun 2000. Pada saat itu, Indonesia secara sukarela memberikan ruang kepada PISA untuk senantiasa mengevaluasi hasil capaian siswa agar dapat menjadi refleksi kebijakan pendidikan di era globalisasi. Hasil asesmen PISA di Indonesia dan negara-negara lain tidak lepas dari pemberitaan media. Pemerintah Indonesia selalu mendapat tekanan publik karena dianggap belum berhasil dalam menyelenggarakan sistem pendidikan nasional.

Pada tahun tersebut, Indonesia menempati peringkat ke-39 dari 41 negara. Sampai penyelenggaraan terbaru di tahun 2018, Indonesia konsisten berada di urutan 10 paling besar dari bawah, yakni peringkat ke-72 dari 78 peserta.

Hadirnya PISA di Indonesia diasumsikan akan berdampak pada pergaulan Indonesia di mata dunia. Kerja sama Indonesia dengan negara-negara OECD dalam rangka memperbaiki kualitas Pendidikan juga terus diupayakan.

Kinerja PISA

PISA menawarkan wawasan untuk kebijakan dan praktik Pendidikan dengan cara membantu memantau tren dalam perolehan pengetahuan dan keterampilan siswa di seluruh negara dan berbagai subkelompok demografis di masing-masing negara. PISA memberikan gambaran hasil capaian siswa melalui sistem pendidikan yang berlangsung.

Survey yang dilakukan oleh PISA mematok tiga indikator sebagai penilaian utama, yakni kemampuan matematika, kemampuan sains, dan kemampuan literasi. Remaja berusia 15 tahun dari perwakilan berbagai negara akan dites dalam survey tersebut. PISA sendiri menentukan skor standar internasional untuk menilai ketiga kemampuan di atas, yaitu 500.

Kemampuan Literasi Rendah

Kemampuan literasi merupakan indikator bagaimana siswa memahami dan merenungkan teks untuk mengemukakan ide dan  gagasan baru, bukan sekadar memahami  apa yang dibaca.

Dalam hasil PISA tahun 2018 lalu, rata-rata kemampuan baca negara-negara OECD berada di angka 487, skor Indonesia sendiri berada di skor 371. Peringkat pertama diraih China (skor 555), kemudian diikuti Singapura (549) dan Makau (525).

Kemampuan Matematika dan Sains Juga Rendah

Sedangkan kemampuan matematika adalah kemampuan siswa untuk merumuskan, menggunakan, dan menafsirkan matematika untuk berbagai konteks. Sedangkan kemampuan sains merupakan kemampuan mengaitkan pengetahuan sains dengan isu yang relevan dalam kehidupan sehari-hari.

Kedua kemampuan ini juga mencatat skor rendah pada tahun 2018, yakni 379 untuk kemampuan matematika dan 396 untuk kemampuan sains. Bandingkan dengan China yang memiliki skor matematika di angka 591 dan 590 untuk kemampuan sainsnya.

Solusi

Totok Suprayitno (Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendikbud) menjelaskan bahwa hasil PISA Tahun 2018 bisa menjadi peringatan karena beberapa tahun terakhir keikutsertaan PISA, nilai kemampuan pendidikan Indonesia mengalami penurunan.

Salah satu cara meningkatkan kualitas pendidikan agar menghasilkan generasi yang siap dalam pasar internasional adalah dengan mengubah kurikulum. Tujuannya adalah agar Indonesia mampu mengejar ketertinggalan yang salah satunya dibuktikan melalui asesmen PISA.

Kurikulum 2013 kemudian dikembangkan berdasarkan tantangan eksternal yang secara global terkait dengan pergeseran ekonomi dunia, pengaruh dan imbas teknosains serta mutu, investasi, dan transformasi bidang pendidikan. Selain PISA, Indonesia juga mengadopsi metode Pendidikan International Trends in International Mathematics and Science Study (TIMSS). Dasar pengukuran TIMSS adalah matematika dan sains yang terdiri dari dua domain, yakni domain isi dan kognitif. Domain isi matematika terdiri dari bilangan, aljabar, geometri, data dan peluang. Sedangkan domain isi sains terdiri atas biologi, kimia, fisika dan ilmu bumi. Untuk domain kognitif, yakni pengetahuan, penerapan dan penalaran.

Upaya yang terbaru pemerintah Indonesia dalam menjawab solusi mutu pendidikan adalah mencanangkan program Merdeka Belajar yang digulirkan Menteri Pendidikan dan Kebudayan, Nadiem Makarim. Harapannya, semakin banyak siswa-siswi yang memiliki kemampuan dan keterampilan, terutama yang berkaitan dengan kemampuan nalar peserta didik dalam bidang literasi dasar, yaitu membaca, matematika, dan sains. Tiga materi yang dianggap cukup mewakili kebutuhan pasar tenaga kerja global.

 

Sumber:

Kompasiana

Liputan6

Detik.com

Kompas Online

Kumparan

Detik News

 

0 Comment(s)

Pokok-pokok Kebijakan Merdeka Belajar

Gebrakan baru dikemukakan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Anwar Makarim, pada pertengahan Desember 2019 lalu melalui sebuah program bertajuk “Merdeka Belajar”....
0 Comment(s)

Keistimewaan Peserta Kategori P1/TL pada Seleksi CPNS 2019

Berdasarkan PermenPANRB No 23 Tahun 2019 Tentang Kriteria Penetepan Kebutuhan Pegawai Negeri (PNS) Sipil dan Pelaksanaan Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun 2019. Ada yang sedikit berbeda pada seleksi CPNS tahun 2019 kali ini. Peserta dengan kategori P1/TL dapat menggunakan nilai terbaik antara nilai Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Tahun 2018 dan nilai SKD Tahun 2019 sebagai dasar untuk mengikuti tahap Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).

Pelamar dari kategori P1/TL adalah peserta seleksi penerimaan CPNS Tahun 2018 dan memenuhi nilai ambang batas berdasarkan PermenPANRB No 37 Tahun 2018 Tentang Nilai Ambang Batas SKD Pengadaan CPNS Tahun 2018 serta masuk dalam 3 (tiga) kali formasi jabatan yang dilamar untuk dapat mengikuti SKB Tahun 2018, namun dinyatakan tidak lulus sampai dengan tahap akhir. Pelamar P1/TL juga wajib mendaftar di SSCASN dengan menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang sama dengan yang digunakan saat pendaftaran seleksi CPNS Tahun 2018 dan dilakukan proses pendaftaran/pengunggahan dokumen sebagaimana yang dipersyaratkan oleh instansi yang dilamarnya.

Baca artikel CPNS lainnya:

Sistem SSCASN BKN akan menampilkan data pelamar P1/TL tersebut mencakup jenis formasi yang dilamar, kualifikasi pendidikan, nilai SKD Tahun 2018, status masuk atau tidak pada 3 (tiga) kali formasi pada jabatan yang dilamar, dan status lulus atau tidak sampai dengan tahap akhir pada seleksi CPNS tahun 2018. Secara sistem, nilai SKD tahun 2018 sah digunakan oleh pelamar apabila:

(a). Nilai SKD tahun 2018 memenuhi nilai ambang batas SKD tahun 2019 untuk jabatan dan jenis formasi yang akan dilamarnya;
(b). Kualifikasi pendidikan pada formasi jabatan yang dilamar tahun 2019 harus sama dengan kualifikasi pendidikan yang telah digunakan pada saat pelamaran tahun 2018,” katanya.

Pelamar dari P1/TL dapat memilih untuk mengikuti atau tidak mengikuti SKD Tahun 2019 pada sistem SSCASN, dengan ketentuan sebagai berikut:

(1) Bagi pelamar P1/TL yang memilih untuk mengikuti SKD Tahun 2019, kemudian tidak mengikuti SKD, dinyatakan gugur;
(2) Bagi pelamar P1/TL yang memilih untuk tidak mengikuti SKD Tahun 2019 maka nilai SKD yang digunakan adalah nilai SKD Tahun 2018;
(3) Apabila nilai SKD Tahun 2019 yang diperoleh pelamar memenuhi nilai ambang batas SKD tahun 2019 untuk formasi jabatan yang dilamarnya maka nilai SKD yang digunakan adalah nilai terbaik antara nilai SKD Tahun 2018 dengan nilai SKD Tahun 2019;
(4) Apabila nilai SKD Tahun 2019 tidak memenuhi nilai ambang batas, maka nilai yang digunakan adalah nilai SKD Tahun 2018.

Sumber:
Permen PANRB No 23 Tahun 2019

0 Comment(s)

Pendaftaran CPNS 2019 Dibuka di Angka Cantik, Pukul 11.11 Malam

Jakarta – Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengabarkan, bahwa proses pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019 di portal Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (SSCASN) sscasn.bkn.go.id baru akan dibuka Senin (11/11/2019) malam pukul 23.11 WIB.

Menurut Deputi Bidang Sistem Informasi Kepegawaian BKN, Suherman, angka 11.11 dipilih agar semua orang ingat dan lebih tertarik lagi untuk mendaftarkan diri.

Pendaftaran daring diagendakan akan dibuka sampai 24 November 2019, yang dilanjutkan dengan pengumuman hasil seleksi administrasi pada 16 Desember. Masa sanggah terhadap hasil seleksi administrasi adalah 16 – 19 Desember, kemudian dilanjutkan dengan pengumuman masa sanggah pada 26 Desember.

BKN mengimbau kepada masyarakat agar terlebih dahulu membaca dan memahami segala ketentuan pendaftaran yang tertuang pada portal SSCASN.
Jika pelamar menemui masalah atau kurang memahami penjelasan yang tersedia, silakan buka kanal Frequently Asked Question (FAQ) dalam portal yang menyediakan jawaban atas persoalan yang umumnya menjadi kendala pelamar.

Baca artikel CPNS lainnya:

Pada portal SSCASN juga ditayangkan daftar formasi CPNS yang mencakup nama instansi, jabatan, lokasi, pendidikan, jenlis formasi, dan jumlah formasi. Hal itu termuat pada kolom Iayanan informasi yang terletak di kanan atas halaman pertama portal.

Semoga kalian sukses ya dan mendapatkan hasil terbaik sesuai dengan keinginan kalian semua. Selamat berjuang untuk kalian.

Sumber:
liputan6.com

1 Comment(s)

Pendaftaran CPNS Dibuka November, Ini Informasinya!

Dikutip dari siaran pers BKN, pengumuman resmi pengadaan CPNS 2019 akan disampaikan pada minggu keempat Oktober 2019. Rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2019...
0 Comment(s)

Beda CPNS dan PPPK

Berdasarkan Undang-Undang No. 5 Tahun 2014, Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah profesi bagi pegawai negeri sipil dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja yang bekerja pada instansi pemerintah. Jalur resmi penerimaan pegawai pemerintah terpusat melalui website https://sscasn.bkn.go.id/. Berdasarkan pantauan di website tersebut, jalur penerimaan terbagi menjadi 3 jalur, yaitu:

  1. Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil Reguler, selanjutnya dapat diakses di https://sscn.bkn.go.id/
  2. Penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja, selanjutnya dapat diakses di https://ssp3k.bkn.go.id/
  3. Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil melalui pendidikan kedinasan, dapat diakses di https://dikdin.bkn.go.id/

Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil Reguler

1. Jalur Penerimaan

Peneriman CPNS dibagi menjadi 2 jalur, yaitu jalur umum dan jalur khusus. Jalur umum adalah jalur yang dapat diikuti oleh semua orang. Jalur khusus terdiri atas:

  1. Lulusan Terbaik (Cum Laude)
  2. Penyandang Disabilitas
  3. Putra/Putri Papua dan Papua Barat
  4. Diaspora
  5. Olahragawan Berprestasi Internasional
  6. Tenaga Pendidik dan Tenaga Kesehatan eks Tenaga Honorer

2. Jenis Seleksi

Seleksi tes CPNS terdiri atas materi SKD (Seleksi Kompetensi Dasar) dan SKB (Seleksi Kompetensi Bidang).

  • SKD terdiri atas TWK (Tes Wawasan Kebangsaan), TIU (Tes Inteligensia Umum), dan TKP (Tes Karakteristik Pribadi).
  • SKB tergantung pada instansi masing-masing.

Penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK)

1. Syarat Pelamar

Ada beberapa syarat yang ditetapkan, bergantung pada instansi yang membuka lowongan PPPK tersebut.

2. Jenis Seleksi

  1. Seleksi Administrasi
  2. Seleksi Kompetensi Bidang
  3. Wawancara
  4. Tes fisik, psikologis, dan/atau kesehatan jiwa

Perbedaan CPNS dan PPPK

  • CPNS

    Status PNS adalah tetap

  • PNS mendapat pensiun dan jaminan hari tua.

  • Masa kerja PNS sampai pensiun.

  • Usia maksimal untuk mengikuti tes CPNS adalah 35 tahun.

  • Materi seleksi terdiri atas SKD dan SKB.

  • PPPK

    Status PPPK adalah kontrak

  • PPPK tidak memperoleh pensiun dan jaminan hari tua.

  • Masa kerja PPPK hanya setahun dan dapat diperpanjang.

  • Usia paling rendah 20 tahun dan paling tinggi 1 tahun sebelum batas usia tertentu.

  • Materi seleksi terdiri atas SKB.

1 Comment(s)

Pendaftaran CPNS dan P3K Dibuka Usai Pelantikan Presiden

Pemilihan Umum yang diselenggarakan sepanjang tahun 2019 akan ditutup dengan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih, yakni Joko Widodo dan KH. Ma’ruf Amin pada tanggal 20 Oktober 2019. Hal tersebut berdampak pada proses pendaftaran CPNS dan P3K yang semula dijadwalkan berlangsung pada tanggal 17 Oktober 2019. 

Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Bima Haria Wibisana, menjelaskan bahwa pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK/P3K) harus menunggu pelantikan kabinet, termasuk penentuan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) yang baru.  

“Karena kan pemerintahan baru, presiden dilantik Oktober 2019, mulainya setelah pelantikan presiden,” ucap Bima sebagaimana dikutip oleh Tirto.id pada Rabu (21/8/2019). 

Kecuali P3K, BKN sendiri telah menerima rumusan fomasi CPNS 2019 dari semua Kementerian dan lembaga yang akan dibuka dalam seleksi tahun ini. Karena itulah, BKN menjelaskan bahwa pendaftaran CPNS akan lebih dahulu dilaksanakan dibanding dengan pendaftaran P3K. 

Jumlah peserta seleksi tahun 2019 ini diprediksi mencapai 5,5 juta meningkat dibanding tahun lalu yang mencapai 3.636.251 peserta dengan rincian jumlah pelamar di 76 instansi pusat mencapai 1.446.460 dan pelamar di 481 instansi daerah sebanyak 2.189.791.

**

Sumber:

Tirto
Republika

0 Comment(s)

Catat ya! Ini Alur Pendaftaran PPPK Tahun 2019

Seleksi Pendaftaran Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK/P3K) gelombang kedua akan segera dimulai. Seperti halnya pendaftaran gelombang pertama, layanan online nantinya dapat diakses melalui situs portal nasional Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja di  https://ssp3k.bkn.go.id/.

Untuk diketahui, formasi untuk PPPK/P3K gelombang kedua ini belum diumumkan jumlahnya oleh pemerintah. Sebagai gambaran, pada seleksi gelombang pertama pada bulan Februari lalu, formasi diperuntukkan untuk tenaga pendidik, tenaga kesehatan, dan penyuluh pertanian.

Untuk alur  pendaftaran PPPK/P3K nantinya bisa diakses situs https://ssp3k.bkn.go.id/dengan rincian sebagai berikut:

  1. Mengakses halaman resmi SSCASN 2019 di https://ssp3k.bkn.go.id/
  2. Membuat Akun

–      Pilih menu Registrasi

–      Pelamar mengisi: Nomor Peserta Ujian K-2, Tanggal Lahir, NIK, Nomor KK atau NIK Kepala keluarga

–      Pelamar mengisikan alamat email aktif, password dan pertanyaan keamanan

–      Pelamar mengunggah pass photo 120 kb maksimal 200 kb dengan format JPG,JPEF

–      Pelamar mencetak Kartu Informasi akun

  1. Log In

Pelamar melakukan login dengan menggunakan Password dan NIK yang sudah didaftarkan pada portal SSP3K.

  1. Melengkapi Data Diri

–      Unggah foto diri memegang KTP dan Kartu Informasi Akun sebagai bukti telah membuat akun

–      Memilih jabatan dan melengkapi pendidikan

–      Melengkapi biodata

–      Unggah dokumen yang diperlukan sesuai persyaratan instansi

–      Mengecek isian yang telah dilengkapi pada form Resume

–      Mencetak Kartu Pendaftaran

  1. Verifikasi Data dan Administrasi

Tim verifikator akan melakukan verifikasi berkas atau dokumen yang diunggah atau dikirimkan.

  1. Seleksi

Pelamar yang dinyatakan lulus seleksi administrasi akan mendapatkan Kartu Ujian yang digunakan untuk mengikuti proses seleksi pada instansi tersebut.

  1. Hasil seleksi

Panitia seleksi PPPK Tahun 2019 akan mengumumkan informasi status kelulusan pelamar.

Alur Pendaftaran PPPK

Sumber: https://ssp3k.bkn.go.id/alur

Setelah alur pendaftaran di atas, ada baiknya kamu juga mengetahui syarat-syarat pendaftaran. Apa saja yang dibutuhkan, formasi yang tersedia, dan lain sebagainya. Nantikan di artikel berikutnya ya.

0 Comment(s)

Alur Pendaftaran Seleksi CPNS 2019

Bulan Oktober sudah di depan mata. Buat kamu yang akan mendaftarkan diri sebagai Calon Pegawan Negeri Sipil (CPNS) tahun 2019 harus segera mempersiapkan diri dari sekarang. Berdasarkan siaran pers Badan Kepegawain Negara pada akhir bulan Juli lalu, jadwal pendaftaran seleksi CPNS sudah diumumkan. Diprediksi ada sekitar 5,5 juta peserta seleksi CPNS dan P3K.

Lebih lanjut menurut laman resmi BKN, tahapan umum pendaftaran SSCN (Sistem Seleksi CPNS Nasional) tak akan jauh berbeda dengan tahun lalu, yakni:

  1. Pendaftaran dapat diakses melalui tautan resmi situs http://sscn.bkn.go.id
  2. Peserta membuat akun dengan memasukan: Nomor induk kependudukan (NIK) yang sudah terverifikasi Dukcapil Mengisi email aktif, kata sandi, dan pertanyaan pengaman Upload pas foto ukuran minimal 120kb maksimal 200kb
  3. Calon peserta mencetak kartu informasi akun
  4. Masuk kembali ke tautan resmi dengan akun yang telah dibuat
  5. Upload foto selfie dengan memperlihatkan KTP dan kartu informasi akun
  6. Mengisi biodata
  7. Memilih institusi, formasi, dan jabatan (hanya diperkenankan 1 institusi/jabatan/formasi)
  8. Cek resume, pastikan sudah mengisi biodata dan pilihan jabatan/formasi dengan benar
  9. Klik simpan, data akan terkirim secara otomatis dan tidak dapat diubah dengan alasan apa pun.
  10. Cetak dan simpan baik-baik kartu SCCN sebagai bukti telah melakukan pendaftaran.

Nah, pastikan kamu sudah mempersiapkan dokumen-dokumen yang dibutuhkan agar segalanya berjalan lancar.

0 Comment(s)

Tes CPNS 2019, Ini Bocorannya

Banyaknya jumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang akan pensiun di tahun 2019 ini menyebabkan formasi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) akan tetap banyak. Menurut catatan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN RB), setidaknya ada 157.386 PNS yang pensiun di tahun 2019, yang terdiri dari 58.816 guru, 1.643 tenaga kesehatan, dan 96.927 jabatan lainnya.

Hal tersebut menyebabkan jumlah formasi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dibutuhkan sekitar 175.000 lowongan pada tahun ini dengan rincian 100.000 PNS dan 75.000 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).

“Tahun ini sendiri itu akan direkrut 100 ribu CPNS kemudian 75 ribu PPPK. Sekitar 175 ribu,” kata Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Syafruddin hari ini.

Jumlah tersebut sudah sesuai dengan kajian mengenai usulan tambahan formasi CPNS dari seluruh instansi pemerintah, baik pusat, provinsi, kabupaten/ kota. Hal itu dilakukan untuk melihat dan memastikan kesesuaian dengan program prioritas pemerintah.

“Jadi misal potensi yang dimiliki Sulawesi dalam hal perikanan dan kelautan, maka yang diajukan harus berkualifikasi perikanan dan kelautan juga. Selain itu harus sejalan dengan arah pembangunan nasional,” ujar Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Asman Abnur dalam Rapat Kerja dengan Komisi II DPR RI, di Jakarta pada bulan Maret lalu.

Baca artikel CPNS lainnya:

Untuk soal yang akan muncul pada saat seleksi, diperkirakan tak jauh beda dengan soal-soal pada tes tahun sebelumnya. “Jadi untuk tahun ini Panselnas (Panitia Seleksi Nasional) juga siapkan soal-soal baru pasti. Jadi di-blend (campur) dengan soal yang lama,” ujar Kepala Biro Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN) Mohammad Ridwan seperti dikutip oleh Detik.com.

Pada dasarnya tes yang dilakukan pada seleksi CPNS adalah seleksi administrasi, Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). Jika semua sudah lolos akan dilanjutkan dengan tahap pemberkasan.

Sebagai tambahan, untuk seleksi P3K akan digelar pada Juli 2019. Namun, kemungkinan sedikit mundur di bulan Agustus 2019. Sementara, seleksi CPNS ditargetkan pada bulan Oktober 2019.

Nah, sudah sejauh mana persiapan kamu menghadapi seleksi CPNS tahun ini, Sob?

 

Sumber:
Kemen PAN RB
Kumparan
Detik

1 Comment(s)

Dokumen-dokumen Penting untuk Pendaftaran CPNS 2019

Banyaknya jumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang akan pensiun di tahun 2019 ini menyebabkan formasi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) akan...
1 Comment(s)

Kiat Belajar Efektif Menurut Psikolog

Sebagai anak sekolahan, kamu pasti sering mengalami banyak kendala untuk membangun mood yang baik gimana cara yang paling menyenangkan saat mempelajari materi...
0 Comment(s)